DewajudiQQRajacapsa
CMCPokerRajacapsa
Agen SBOBETVPS Murah
Bola Hero IndonesiaBitcoin Brunei
BandarMuPokerBeb

Kebiasaan Buruk Pengguna Internet di 9 Negara di Dunia

Kebiasaan Buruk Pengguna Internet di 9 Negara di Dunia

Kebiasaan Buruk Pengguna Internet di 9 Negara di Dunia – Baru – baru ini Kaspersky Lab melakukan sebuah riset yang bertujuan untuk mengetahui tingkah laku pengguna internet dengan memperhatikan kepandaian mereka dalam menghadapi kejahatan siber atau kejahatan di dunia internet.

Rezekibola Asianpoker88

Riset ini di lakukan kepada lebih dari 18 ribu pengguna internet di berbagai negara di dunia. Kaspersky Lab memberikan serangkaian tes untuk mengetahui respon pengguna ketika di hadapkan pada berbagai kondisi.

Di ketahui bahwa para pengguna internet sebenarnya khawatir akan keamanan data – data penting dan aset mereka ketika berinternet. Namun dari serangkaian pengujian, 76% responden ternyata tidak bisa membedakan mana website asli dan palsu.

Baca jugaKuota Internet Pengguna 2016 Mencapai 1 Triliun GB

Pokermas99 Pokermas88

75% responden juga tidak memperhatikan jenis file yang mereka unduh, sebagai contoh ketika mereka bermaksud mengunduh file musik justru mereka bisa terjebak menginstall aplikasi dan program yang sebenarnya cukup mengganggu di komputer.

Kebiasaan Buruk Pengguna Internet di Berbagai Belahan Dunia

1. Meksiko

Di Meksiko 82% responden tidak bisa membedakan mana website asli dan mana yang palsu. Ketika mereka di hadapkan pada website palsu, mereka biasanya melakukan kesalahan dengan memasukkan identitas atau data penting mereka pada halaman phising yang sengaja di racang untuk menjebak para responden.

Perlu di ketahui bahwa metode phising adalah teknik yang paling banyak di gunakan oleh hacker untuk mendapatkan detail informasi pengguna internet. Data tersebut dapat di manfaatkan untuk kepentingan pribadi yang cenderung merugikan si pengguna internet sendiri.

2. Jerman, Spanyol dan Australia

Ketiga negara ini memiliki skor rata – rata terbaik untuk urusan kelihaian mengenali kejahatan dunia maya. Hanya saja mereka ternyata masih perlu banyak belajar. Diketahui bahwa mereka masih suka menyimpan password pada media yang kurang aman seperti pada selembar kertas.

Untuk pengguna internet di Spanyol ternyata sering melakukan backup yang sebenarnya tidak dapat mereka andalkan pada media fisik tanpa adanya enkripsi atau proteksi password. Di Australia sebagian besar dari reponden tidak mengetahui bahwa browser dapat menyimpan riwayat aktivitas browsing mereka.

Baca juga: 3 Macam dan Jenis Hacker yang Wajib Kamu Tahu

3. India

Menurut hasil pengujian, ternyata pengguna internet di India cenderung lebih mudah tertipu. Mereka lebih mudah di rayu untuk membuka lampiran berbahaya di email dan mengkonfirmasi siapapun yang meminta pertemanan serta langsung klik tautan tanpa cek apakah tautan tersebut aman.

Perilaku seperti ini lebih mudah untuk terkena resiko kejahatan siber, seperti menjadi korban penipuan dan peretasan yang merugikan.

4. Jepang

Warga Jepang cenderung mengabaikan keselamatan mereka sendiri di internet. Mereka merasa bahwa tidak ada data yang perlu mereka backup, karena mereka berpikir tidak ada data penting yang mereka miliki.

Selain itu, mereka juga jarang sekali mau untuk melakukan update sistem operasi pada perangkat yang mereka gunakan jika di bandingkan dengan negara – negara lain di dunia. Mereka menganggap bahwa mereka aman dan bukanlah target serangan kejahatan di internet.

5. Malaysia

Warga Malaysia juga memiliki kebiasaan yang cukup mengkhawatirkan di internet. Mereka sama sekali tak menghiraukan jenis aplikasi yang mereka install, memasang program tanpa membaca terlebih dahulu syarat dan ketentuan. Jadi yang mereka lakukan adalah klik “next-next-next-next-agree”.

Padahal perangkat yang mereka install bisa saja merubah pengaturan di perangkat mereka, seperti default pencarian di browser. Pengguna internet di Malaysia juga bersedia untuk menonaktifkan antivirus ketika program yang mereka install ter-block olehnya.

6. Rusia

Pengguna internet di Republik Ceko adalah paling berbahaya untuk urusan perlindungan data keuangan di Rusia. Mereka cenderung melakukan kesalahan ketika memilih situs perbankan yang aman, mereka juga tak melakukan tindakan keamanan tambahan ketika bertransaksi online.

Baca juga: Ini Cara Hacker Retas Komputer Kamu Melalui Email

7. Indonesia

Menurut laporan Kaspersky Security Network (KSN) di kuartal pertama tahun 2016, banyak pengguna internet di Indonesia mengalami serangan hacker ketika mereka tengah browsing. Serangan tersebut berasal dari berbagai jenis trojan dan malware.

Selain itu, terdapat banyak objek berbahaya di komputer pengguna di Indonesia. Indonesia juga menjadi hosting program jahat paling aktif yang digunakan oleh penjahat dunia siber.

Vimax Canada

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Uceng999 © 2015 Frontier Theme

Agen Domino QQ - Bandar Judi Poker Online - Qiu Qiu Online 99 - Dewa PokerBBM88