DewajudiQQRajacapsa
CMCPokerRajacapsa
Agen SBOBETVPS Murah
Bola Hero IndonesiaBitcoin Brunei
BandarMuPokerBeb

Bahagia atau Menderita? Ini Kata Mantan Pegawai Google

Bahagia atau Menderita? Ini Kata Mantan Pegawai Google

Ilustasi karyawan Google

Bahagia atau Menderita? Ini Kata Mantan Pegawai Google – Sebagian orang berpendapat bahwa bekerja di Google adalah suatu kebanggaan karir yang luar biasa. Bagaimana tidak? Google merupakan perusahaan paling bernilai di dunia dengan nilai market mencapai Rp 7,5 ribu triliun, masih lebih tinggi di banding Apple Rp 7,25 ribu triliun.

Selain itu, Google di kenal memiliki ruangan kantor yang nyaman bagi karyawannya. Ditambah dengan gaji, tunjangan dan fasilitas bagi pegawainya, nyaris tidak ada yang menolak jika di beri tawaran untuk bekerja di Google.

Rezekibola Asianpoker88

Namun, seorang mantan karyawan Google mengaku bahwa bekerja di Google memberikan beberapa dampak buruk kepada si karyawan. Kira – kira kenapa ya? di rangkum dari Techworm.net berikut ini alasannya:

Bahagia atau Menderita? Ini Kata Mantan Pegawai Google

1. Merasa tak spesial

Ilustrasi merasa tak spesial di tempat kerja

Ilustrasi merasa tak spesial di tempat kerja

Menurut Lutz Enke yang merupakan seorang pegawai Google Hamburg, Google mempekerjakan orang – orang yang pintar dan semua rekan kerjanya jenius dan memberikan kontribusi yang besar kepada perusahaan.

Hal ini lah yang lantas membuat sebagian pegawai Google merasa bahwa mereka biasa – biasa saja karena ‘terkepung’ oleh orang – orang hebat. Hal inilah yang dirasakan oleh mantan pegawai Google, Dmitry Belenko. Banyak orang cerdas merasa bukan apa – apa di Google, hal ini berlahan – lahan menurunkan kepercayaan diri mereka.

Pokermas99 Pokermas88

Baca juga: Ini Cara Google Menjangkau Tempat Terpencil Untuk Street View

2. Terasingkan dari teknologi lain

3 Hal yang Harus di Hindari Jika Ingin Sukses Dalam Berbisnis

Ilustasi tertekan ketika bekerja

Bekerja di Google, secara otomatis membuat para pegawainya berkutat dengan perangkat lunak buatan Google. Dampaknya kebanyakan pegawai Google hanya akrab dan menjadi ahli untuk teknologi – teknologi di lingkungan Google.

Jesse McGrew, mantan pegawai Google merasa bahwa dirinya terkucilkan dari software dan teknologi lain. Hal ini menjadi penghambat dirinya untuk menyalurkan ilmu yang didapatkannya dari orang lain di luar Google. Tak hanya itu, bekerja di Google tak membantu banyak untuk bisa masuk bekerja di perusahaan teknologi lain, karena terlalu ekslusifnya software yang digunakan Google.

Baca juga: Ini nih, Ciri – ciri Karyawan Google yang Pasti Dipecat

3. Susah berkembang dan sulit naik jabatan

Ilustasi susah berkembang di tempat kerja

Ilustasi susah berkembang di tempat kerja

Stephen Kurtzman yang merupakan mantan pegawai Google dan juga sebagai ahli software dulunya mengatakan bahwa sangat sulit untuk berkembang ketika menjadi pegawai di Google. Sebagian besar orang yang di terima kerja di Google memiliki kemampuan dan kualitas melebihi tuntutan pekerjaan sebenarnya.

Alhasil mereka tidak bisa berkembang karena hanya melakukan pekerjaan di bawa kemampuan mereka yang sebenarnya. Selain itu, karena banyaknya rekan kerja yang lebih jenius menyebabkan semakin sulit untuk bisa naik jabatan.

Baca juga: 4 Cara Buat Karirmu Lebih Menonjol

4. Manajemen buruk dan mudah bosan

Hal-Yang-Membuat-Malas-nge-Blog

Ilustrasi bosan dalam bekerja

Stephen Kurtzman mengatakan bahwa salah satu alasan kenapa seseorang memilih keluar dari Google adalah munculnya kebosanan dikarenakan mengerjakan tugas dibawah kemampuannya. Akhirnya mereka merasa bahwa pekerjaan tersebut tak mampu memuaskan secara profesional dan intelektual.

Beberapa mantan pegawai Google bahkan sama – sama setuju kalau manajemen Google dinilai buruk. Tak hanya rekan kerja saja, para manajer pun banyak disebut EQ yang rendah sehingga tidak terlalu bisa menginspirasi anak buahnya.

Hasilnya tak sedikit pegawai Google yang mengalami masalah karena hubungan yang kurang harmonis dengan sang manajer. Alasan kenapa manajer di sebut jarang membantu anak buahnya adalah karena si manajer tak selalu mau memahami masalah yang di alami bawahannya.

Baca juga: Berapa ya Gaji Karyawan Google?

Berbagi alasan yang telah di sebutkan di atas bisa saja di anggap sebagai tantangan dalam berkarir oleh sebagian orang. Namun pada akhirnya tak sedikit orang yang menilai bahwa Google bukanlah tempat kerja yang ideal, atau mungkin tempat kerja ideal memang tidak ada.

Vimax Canada

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Uceng999 © 2015 Frontier Theme

Agen Domino QQ - Bandar Judi Poker Online - Qiu Qiu Online 99 - Dewa PokerBBM88